Pagelaran akbar bertema Yunani menutup Asian Belly Dance Festival

Nusa Dua (1/3/10)
Sebuah pagelaran akbar berupa pentas tari perut dengan latar belakang romantika cinta ala Yunani Kuno menutup festival tari perut Asia yang berakhir tadi malam di Beach Garden, Ayodya Resor, Nusa Dua.

Duapuluh satu penari perut terbaik dunia tampil memukau dalam arahan sutradara sekaligus pemeran utama lakon Medusa, maestro tari perut terbaik dunia saat ini, Jillina.

Ada tokoh Pandora, Apollo, Aphrodite, Oracle, Thalia yang terlibat drama percintaan sehidup semati dan mengingatkan penonton karya sastra zaman Yunani Kuno. Sebuah drama yang disamarkan berupa tarian.

Tata cahaya, sound system dan koreographi yang ditata apik menghipnotis sekitar 340 penonton yang rela bertahan meski 10 menit menjelang akhir acara ruang terbuka yang menjaditempat pagelaran diguyur hujan. Mereka tak akan rela beranjak karena untuk menikmati acara langka ini tiap penonton mesti merogoh kocek Rp 500,000.

“Saya sempat deg-degan dengan kondisi lantai panggung yang mulai basah, bagaimanapun itu adalah puncak dari seluruh cerita, dan syukur tak seorang penari pun yang terpeleset,” ujar Jillina.

Yang membuat suasana dramatis karena sepanjang sore hingga malam bulan purnama bersinarterang, bahkan ketika hujan mulaiturun langit masih benderang diterangi sinar purnama.

Menurut ditektur Festival, Felix Rusli, kesuksesan acara yang dihelat selama empat hari non-stop meyakinkan panitia dan peserta serta pemerintah untuk m enggelar acara serupa tahun depan.

“Kami sudah mendapatkan jaminan dari pemda Bali dan kementrian budpar bahwa tahun depan kita yang menggelar Asian Belly Dance Festival